Malam hening di Sekretariat PCNU Kota Payakumbuh menjadi saksi berkumpulnya para pengurus dan warga Nahdliyin dalam Malam Lailatul Ijtima’, sebuah ruang ruhani untuk bermuhasabah, menata niat, dan meneguhkan kembali khidmah perjuangan Nahdlatul Ulama di awal tahun.
Dalam suasana yang penuh kekhusyukan, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Payakumbuh, H. Mustafa, MA, menyampaikan pesan keikhlasan dan tanggung jawab jam’iyyah. Ia mengajak seluruh pengurus untuk menjadikan Lailatul Ijtima’ bukan sekadar rutinitas organisasi, tetapi sebagai momentum menyatukan hati, memperkuat komitmen, serta merawat nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah di tengah dinamika zaman.
“Khidmah di NU bukan soal jabatan, tetapi soal keikhlasan. Ketika niat lurus, insyaallah setiap langkah pengabdian akan bernilai ibadah,” tutur H. Mustafa, MA, dengan nada yang menyejukkan hati jamaah.
Sementara itu, Katib PCNU Kota Payakumbuh, Dr. Asafil Kudri, MA, menegaskan bahwa Lailatul Ijtima’ adalah wadah konsolidasi spiritual dan intelektual. Ia mengingatkan pentingnya menjaga tradisi bermusyawarah, berfikir jama’i, serta menguatkan peran NU sebagai penjaga akidah, penggerak umat, dan perekat kebangsaan.
“Lailatul Ijtima’ adalah ruang untuk menata batin, memperbaiki langkah, dan memastikan bahwa setiap gerak organisasi selalu berpijak pada nilai keilmuan, kebijaksanaan, dan kemaslahatan umat,” ungkap Dr. Asafil Kudri, MA.
Rangkaian doa, dzikir, dan tausiyah yang mengalun lembut semakin memperdalam suasana spiritual malam itu. Harapan dan ikhtiar dipanjatkan agar PCNU Kota Payakumbuh senantiasa diberi kekuatan dalam berkhidmah, istiqamah dalam perjuangan, serta mampu menghadirkan manfaat nyata bagi umat dan bangsa.
Malam Lailatul Ijtima’ pun ditutup dengan tekad bersama: menjaga tradisi, menguatkan organisasi, dan menebar rahmat Islam yang ramah dan menenangkan, sebagaimana jalan yang telah diwariskan para ulama Nahdlatul Ulama.

