Kisah hidup Prof. Ganefri, Ph.D., gelar Datuak Djunjungan Nan Bagadiang, adalah cerminan nyata dari pepatah Minangkabau yang kuat akan budaya pendidikan dan kekeluargaan. Menjabat sebagai Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) selama dua periode (2016–2024), Ganefri membuktikan bahwa keterbatasan di masa kecil bukanlah penghalang untuk mencapai puncak karier akademik.
Masa Kecil: Kekuatan Adat dan Tekad “Biar Kurang Makan Asal Sekolah”
Lahir di Payakumbuh pada 17 Desember 1963, Ganefri harus kehilangan sang ayah di usia 5 tahun. Namun, berkat kentalnya budaya “anak dipangku kamanakan dibimbiang”, ia tumbuh dengan dukungan penuh keluarga besar.
Merantau sejak kelas IV SD ke Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Ganefri membawa bekal prinsip orang tuanya: “Biarlah kurang makan asal anak sekolah”. Prinsip inilah yang mengantarkannya meraih gelar sarjana di IKIP Padang, magister di IKIP Yogyakarta, hingga gelar Doktor (S3) dari UKM Malaysia.
Karier Akademik: Transformasi Besar UNP
Ganefri mengawali pengabdiannya di almamaternya sendiri, IKIP Padang (kini UNP), sejak tahun 1989. Perjalanannya sangat lengkap, mulai dari Kepala Laboratorium, Dekan dua periode, hingga menjabat Ketua LLDIKTI Wilayah X.
Puncaknya, pada 2016 ia terpilih sebagai Rektor UNP. Di bawah kepemimpinannya, UNP mengalami transformasi besar dan menjadi salah satu perguruan tinggi negeri yang sangat diperhitungkan di tingkat nasional. Kepercayaan rekan sejawat membawanya menjabat sebagai Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) periode 2022–2024, sebuah posisi prestisius yang mengoordinasikan seluruh rektor PTN se-Indonesia.
Pengabdian di Luar Kampus dan Gelar Adat
Prof. Ganefri bukan hanya seorang birokrat kampus. Ia adalah sosok organisatoris ulung. Ia dipercaya menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah PWNU Sumatera Barat dan Ketua Umum berbagai organisasi olahraga dan profesi.
Pada Mei 2023, ia resmi menyandang gelar Datuak Djunjungan Nan Bagadiang, sebagai penghulu Suku Banuampu Nagari VII Koto Talago. Gelar ini menandakan bahwa meski telah mencapai puncak akademik tertinggi, ia tetap memegang teguh akar budayanya sebagai putra daerah Lima Puluh Kota.
Kehidupan Pribadi yang Inspiratif
Keberhasilan Ganefri tak lepas dari dukungan sang istri, Prof. Asmar Yulastri, yang juga merupakan Guru Besar di UNP. Pasangan akademisi ini dikenal sangat bersahaja. Salah satu momen yang mencuri perhatian publik adalah saat Ganefri tetap membayar uang sewa gedung saat mengadakan resepsi pernikahan putrinya di kampus yang ia pimpin sendiri—sebuah bentuk komitmen pada profesionalisme dan integritas.
Keluarga ini juga sempat mendapat kehormatan undangan haji langsung dari Raja Salman bin Abdulaziz dari Arab Saudi pada tahun 2019, sebuah pengakuan internasional atas kiprahnya.
Sumber: Artikel ini diolah kembali dari catatan biografi dan informasi di Wikipedia.

