PCNU Payakumbuh Tetapkan Strategi Tiga Pilar Digitalisasi, H. Mustafa: Kunci Adaptasi di Era 4.0


Minggu, 14 Desember 2025 – 17:30 WIB

Payakumbuh – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Payakumbuh menegaskan komitmennya untuk melakukan transformasi digital secara menyeluruh sebagai respons strategis terhadap tantangan Revolusi Industri 4.0.

Langkah ini menempatkan PCNU Payakumbuh sebagai salah satu cabang NU terdepan dalam modernisasi tata kelola organisasi keagamaan.

​Kesiapan ini disampaikan langsung oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Payakumbuh, H. Mustafa, MA, dalam sebuah wawancara pers di Kantor PCNU, Jumat (12/12/2025).

Menurut beliau, digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan demi efektivitas khidmah di abad kedua Nahdlatul Ulama.

“Era 4.0 menuntut kecepatan, akurasi, dan jangkauan yang luas. Sebagai organisasi yang lahir dari rahim ulama dan berkomitmen pada kemaslahatan umat,” kata H. Mustafa, MA.

“PCNU Payakumbuh harus mampu memanfaatkan teknologi ini sepenuhnya,” tambahnya.

​Mustafa memaparkan bahwa program digitalisasi PCNU Payakumbuh difokuskan pada tiga pilar utama:

​1. Digitalisasi Administrasi dan Data Organisasi

​Pilar pertama berfokus pada efisiensi internal. PCNU Payakumbuh telah mengimplementasikan sistem E-Administrasi untuk pengelolaan surat-menyurat dan pengarsipan digital, yang mempercepat birokrasi dan transparansi.

​2. Penguatan Dakwah dan Literasi Digital

​H. Mustafa menyoroti pentingnya peran NU dalam menjaga ruang siber dari radikalisme dan hoaks. PCNU Payakumbuh secara intensif menjadi Produsen Konten Digital yang menyebarkan narasi Islam Ahlussunnah wal Jama’ah yang moderat melalui berbagai platform media sosial.

“Kami melatih para kader muda untuk menjadi content creator dan netizen cerdas yang mampu melawan disinformasi. Dakwah harus menjangkau generasi Milenial dan Gen Z di mana pun mereka berada, termasuk di dunia maya,” tambahnya.

​3. Pemanfaatan Teknologi untuk Pemberdayaan

PCNU Payakumbuh mendorong lembaga-lembaga di bawah naungannya, terutama yang bergerak di bidang ekonomi, untuk mengadopsi sistem digital. Hal ini mencakup pemanfaatan fintech untuk Baitul Maal wa Tamwil (BMT) dan e-commerce untuk pemasaran produk UMKM Nahdliyin.

​“Kami ingin memastikan digitalisasi ini berdampak langsung pada kesejahteraan. Ekonomi umat harus kuat, dan teknologi adalah alat untuk mencapai kekuatan itu,” tutup H. Mustafa, MA.

​Dengan langkah-langkah strategis ini, PCNU Kota Payakumbuh optimis akan menjadi organisasi keagamaan yang tangguh, modern, dan tetap berakar pada tradisi ulama di tengah dinamika Era 4.0. (F)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *