PCNU Kota Payakumbuh Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Pimpinan PCNU Kabupaten Solok


Payakumbuh,- Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Payakumbuh menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terpilihnya pimpinan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Solok masa khidmat hasil Konferensi Cabang (Konfercab) VI.

Konfercab VI PCNU Kabupaten Solok yang dilaksanakan di Ruang Rapat Gedung C Lantai 2 Sekretariat Daerah Kabupaten Solok, Kamis (15/1/2025), secara musyawarah mufakat telah menetapkan Tgk Yulidurrahman, S.Pd.I sebagai Rais Syuriyah dan Muhammad Zaki, A.Md sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Solok.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Payakumbuh, H. Mustafa, MA, menyampaikan bahwa Konfercab merupakan forum strategis untuk memperkuat konsolidasi jam’iyyah serta kesinambungan khidmah Nahdlatul Ulama di tingkat cabang.

“Kami mengucapkan selamat dan mendoakan agar Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Solok yang baru terpilih dapat menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan istiqamah, dalam rangka menguatkan peran NU sebagai jam’iyyah diniyyah ijtima’iyyah,” ujar H. Mustafa, MA.

Ia menegaskan bahwa PCNU Kota Payakumbuh siap membangun sinergi dan kerja sama kelembagaan dengan PCNU Kabupaten Solok dalam rangka menjaga dan mengembangkan ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah, memperkuat ukhuwah Islamiyah dan wathaniyah, serta meningkatkan khidmah NU kepada umat, bangsa, dan negara.

Lebih lanjut, H. Mustafa, MA berharap kepemimpinan baru PCNU Kabupaten Solok mampu melanjutkan tradisi organisasi yang berakar pada nilai-nilai keulamaan, kebangsaan, dan kemasyarakatan, sekaligus responsif terhadap dinamika dan tantangan zaman.

PCNU Kota Payakumbuh memandang Konfercab VI PCNU Kabupaten Solok telah berlangsung dengan tertib, demokratis, dan mencerminkan tradisi musyawarah yang menjadi ciri utama Nahdlatul Ulama.

Dengan kepemimpinan yang baru, PCNU Kabupaten Solok diharapkan semakin kokoh dalam menjalankan peran strategisnya sebagai penjaga moderasi beragama, perekat umat, dan mitra konstruktif pemerintah dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. (Firdaus)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *